Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Sosialisasi Ketaspenan untuk ASN MPP BIG

Cibinong - Berita Geospasial – Tabungan dan asuransi pensiun merupakan  hal yang melekat pada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak pertama kali ASN aktif bekerja di suatu instansi dan mendapat gaji, ada sekian persen yang dialokasikan untuk hari tua ketika pensiun, dengan harapan kalau pensiun dapat tabungan pensiun. Namun bagaimanakah sebenarnya ketaspenan itu?

Terdorong dari cukup banyaknya ASN Badan Informasi Geospasial yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP), maka BIG mengadakan Sosialisasi Ketaspenan Pegawai ASN dan Pejabat Negara di Aula Utama BIG pada Senin, 21 Agustus 2017. Acara yang diikuti oleh sekitar 30 orang ASN BIG ini dimulai dengan laporan penanggung jawab acara yaitu Kepala Bagian Kepegawaian BIG, Sigit Murjati.

Sigit Murjati dalam laporannya menyampaikan bahwa acara Sosialisasi Ketaspenan ini ditujukan untuk lebih mengenalkan tentang apa saja yang akan didapat para ASN BIG yang akan memasuki masa pensiun jika pensiun nanti. Acara sosialisasi ketaspenan ini merupakan rangkaian dari Acara Pelatihan Persiapan Masa Pensiun ASN BIG yang diadakan 21-24 Agustus 2017 di Cibinong dan di Cirebon nanti. Acara pelatihan MPP ini merupakan yang kedua diadakan oleh BIG setelah sebelumnya diadakan tahun 2016 lalu di Solo, Jawa Tengah.

Acara resmi dibuka oleh Sekretaris Utama BIG yang juga merupakan peserta pelatihan MPP ASN BIG, Titiek Suparwati. “ASN BIG yang memasuki MPP tahun ini termasuk saya ada yang sudah bekerja di Bakosurtanal dan BIG selama 36 tahun. Setelah pensiun nanti, apa ya yang akan dikerjakan? Karena selama ini hampir tiap hari berangkat kerja pagi-pagi, pulang sore bahkan malam. Meski sudah pensiun, keahlian pegawai BIG harus tetap dimanfaatkan. Harus tetap produktif dengan perencanaan keuangan dan kesehatan yang baik.” Pesan Titiek Suparwati.

Acara ini mengundang narasumber dari PT. Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero yaitu Account Officer Taspen Dedi Sudrajat.  Dia menyampaikan bahwa Taspen merupakan BUMN Lembaga Keuangan Bukan Bank yang ditugaskan oleh pemerintah untuk melaksanakan peningkatan kesejahteraan PNS/ASN melalui program tabungan dan asuransi pensiun. Seiring dengan perkembangan jaman, Taspen telah bermetamorfosa memberikan pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya. Taspen kini memiliki moto layanan 5 Tepat: Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat dan Tepat Administrasi. “Program pensiunan berupa taspen merupakan perlindungan berkesinambungan berupa penghasilan hari tua, sebagai hak dan penghargaan atas pengabdian ASN”, ungkapnya.

PT. Taspen sendiri menggandeng anak perusahaan hasil kerjasama dengan Bank Mandiri, yakni Bank Mandiri Taspen Pos (MANTAP). Bank Mantap ini membantu pelayanan klaim ketaspenan berupa pelayanan gaji pensiun ke alamat rumah jika pensiunan kurang sehat, pengecekan kesehatan di Kantor Bank Mantap serta membantu pencetakan e-SPT pajak para pensiunan.

Presentasi terakhir di acara Sosialisasi Ketaspenan ASN dan Pejabat Negara pada acara ini disampaikan oleh Slamet Mardadiyana, Kepala Seksi Penyiapan Pensiun Pejabat Negara Direktorat Pensiunan ASN dan Pejabat Negara Badan Kepegawaian Negara (BKN). Disampaikan bahwa dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), terdapat mekanisme pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penanganannya. Skema-skema itu diantaranya pemberhentian atas permintaan sendiri, karena mencapai batas usia pensiun, dan karena perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah. Adapun PNS yang telah mencapai Batas Usia Pensiun diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Batas Usia Pensiun sebagaimana dimaksud yaitu: a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan; b. 60 (enam puluh) tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya; dan c. 65 (enam puluh lima) tahun bagi PNS yang memangku pejabat fungsional ahli utama. “Batas Usia Pensiun bagi PNS yang menduduki JF (Jabatan Fungsional) yang ditentukan dalam undang-undang, berlaku ketentuan sesuai dengan Batas Usia Pensiun yang ditetapkan dalam undang-undang yang bersangkutan,” ujar Slamet.

Untuk itu maka sangatlah penting acara yang disediakan untuk pada ASN BIG yang akan memasuki Masa Persiapan Pensiun, agar para ASN yang telah memasuki MPP dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi pensiun nantinya. (ATM/TR)