Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

SMPIT Amalia Memperkaya Ilmu Informasi Geospasial di BIG

Ilmu adalah jalan menuju surga, untuk itu banyak – banyaklah menggali ilmu, karena ilmu akan selalu bermanfaat. Selasa, 21 Februari 2017, SMPIT Amalia mengunjungi Badan Informasi Geospsial (BIG) untuk memperkaya ilmu pengetahuan tentang kebumian.  Sebanyak 41 siswa SMPIT Amalia  diterima oleh Bagian Promosi, Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama BIG.

Pada kunjungan tersebut, para siswa SMPIT Amalia diterima di Aula Utama Kantor BIG, Cibinong oleh Deviani Suryaningtyas sebagai perwakilan dari BIG.  Seperti biasanya, Tyas  menyambut dengan ceria dan memberikan gambaran umum tentang BIG dan Informasi Geospasial kepada para peserta.  Sebagai pembuka, perwakilan pembimbing siswa SMPIT Amalia yaitu Niniek Setyorini menyampaikan beberapa patah kata terkait maksud kunjungan ke BIG. Perwakilan SMPIT Amalia menyampaikan salam dari Pimpinan Sekolah kepada Pimpinan BIG, lalu juga terima kasih diucapkan karena telah diterima berkunjung ke BIG untuk belajar tentang peta atau Informasi Geospasial. Ditambahkan, kunjungan ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh siswa-siswi SMPIT Amalia untuk menambah wawasan keilmuan utamanya tentang Geografi, Peta atau Informasi Geospasial pada khususnya.

Untuk memerikan bekal lebih detil mengenai Informasi Geospasial, para siswa diberikan paparan teknis dari beberapa pusat teknis di BIG.  Pertama oleh Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG yang menjelaskan proses pemetaan rupabumi. Penjelasan mengenai rupabumi ini, disampaikan oleh Maratun Sholiha. Peta Rupabumi adalah peta rupa dari bumi yang menampilkan sebagaian unsur-unsur alam dan buatan manusia. Unsur-unsur kenampakan rupabumi dapat dikelompokkan kedalam 7 tema (layer), yatu : Layer Tutupan Lahan (hutan, sawah, permukiman dan lain-lain, Layer Hidrografi/Perairan (sungai, danau, garis pantai), Layer Hipsografi (data ketinggian seperti titik tinggi dan kontur), Tema Bangunan (gedung, rumah, kantor dan budaya lainnya), Tema Transportasi dan Utilitas (jaringan jalan, kereta api, kabel transmisi, jembatan), Tema Batas Administrasi (batas provinsi, kabupaten, kecamatan, desa) dan Tema Toponim (nama pulau, selat, gunung dan lain-lain.

Peta Rupabumi merupakan salah satu Informasi Geospasial Dasar yang harus diacu para pengguna IG”, demikian diungkapkan Maratun. Dijelaskan juga terkait proses pemetaan Rupabumi oleh BIG yang harus melalui berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari akuisisi data yang menggunakan foto udara, satelit dan lain-lain, kompilasi data, survei lapangan dan proses kartografi serta penyimpanan data. Peserta mendengarkan penjelasan dari narasumber dengan seksama dan mengajukan pertanyaan bila memang ada yang tidak jelas.

Paparan kedua adalah dari dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG, Utsri Yustina yang menjelaskan tentang penyebarluasan dan pengelolaan infomasi geospasial yang dilaksanakan BIG. Yustin menjelaskan mengenai penyelenggaraan infrastruktur informasi geospasial meliputi penyimpanan, pengamanan, penyebarluasan data dan informasi, dan penggunaan informasi geospasial.

Setelah diberikan informasi secara detil mengenai informasi geospasial, maka selanjutnya para siswa SMPIT Amalia diajak untuk berkunjung ke Sentra Peta BIG.  Pada Sentra Peta, siswa diberikan gambaran secara nyata berbagai bentuk peta yang telah dihasilkan oleh BIG selama ini seperti : peta rubabumi yang telah dipresentasikan, peta lingkungan pantai, peta lingkungan laut dan berbagai atlas dalam bentuk nyata.  Para siswa terlihat sangat senang dengan adanya kunjungan ini dan tentunya BIG juga berterimakasih telah diberikan kesempatan untuk mensosialisasikan Informasi Geospasial sejak dini kepada para siswa. Dengan kunjungan ini, semoga dapat memberikan pemahaman baru tentang Informasi Geospasial bagi para siswa SMPIT Amalia dan dapat menularkan ilmunya kepada teman-temannya yang belum datang ke BIG.  (DS/LR)