Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Perpustakaan

Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimilikinya. Oleh karena itu perpustakaan sebagai sistem pengelolaan rekaman, gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia, mempunyai fungsi utama melestarikan hasil budaya umat manusia tersebut, khususnya yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam lainnya, serta menyampaikan gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia itu kepada generasi-generasi selanjutnya.
 

Demikian juga dalam Pasal 36  Undang-undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG), dibahas tentang peran yang diemban oleh perpustakaan penyimpan dan pengamanan data dan IG. Disamping itu, perpustakaan berperan juga dalam menyebarluaskan data dan IG. Data/ IG adalah data/ informasi yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Informasi mengenai Perpustakaan,Koleksi, dan bebagai layanan Kepustakaan di Badan Informasi Geospasial dapat di akses di website Perpustakaan BIG (klik website)