Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kunjungi Ponpes Daaruttaqwa, BIG Sebarkan Semangat Geospasial dan Revolusi Mental

Melalui semangat Gerakan Nasional Revolusi Mental, Badan Informasi Geospasial (BIG) melaksakan BIG Goes to Pesantren di Pondok Pesantren Terpadu Daaruttaqwa (Ponpes Daaruttaqwa) pada Kamis (23/3/17) pukul 09:00-11:30 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Pekan BIG Melayani yang berlangsung sejak Senin (20/3/17), sekaligus merupakan wujud nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental yang merupakan salah satu Program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Sebelumnya BIG melalui Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) telah melakukan kegiatan serupa di Perpustakaan Kabupaten Bogor dan Kantor Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor.

Kegiatan BIG Goes to Pesantren diawali sambutan dari K.H. Ahmad Tajuddin, selaku Pimpinan Ponpes Daaruttaqwa. “Kerja sama dengan BIG sesungguhnya sudah berlangsung sejak lama. Karena kekurangan tenaga pengajar di bidang studi umum, maka BIG mengirimkan stafnya untuk mengajar di sini (Ponpes Daaruttaqwa)” papar Beliau. Sambutan juga disampaikan oleh Kepala BIG, Hasanuddin Z Abidin. “Biasakan budaya memberi, bukan sebaliknya. Mentalitas inilah yang perlu ditanamkan kepada seluruh pelayan masyarakat yang ada di pemerintahan” kata Hasanuddin. Selesai memberikan sambutan, Kepala BIG menyerahkan cindera mata kepada Pimpinan Ponpes Daaruttaqwa, sekaligus menandai dimulainya acara BIG Goes to Pesantren.

Fahmi Amhar selaku pembicara utama BIG Goes to Pesantren kemudian menjelaskan keterkaitan antara Informasi Geospasial (IG) dengan Peningkatan Ketaqwaan melalui IG. “Kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa IG tidak berkaitan dengan konteks keagamaan, padahal ada kaitannya. Sebagai contoh adalah pemanfaatan IG yang ada pada Peta Qurban. Peluang keakuratan penyaluran qurban, baik dari pendataan kebutuhan dan ketersediaan, akan meningkat seandainya Peta Qurban telah dibuat.” jelas Fahmi. Selain itu, Selesai penjelasan dari Fahmi, para siswa dengan antusias mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan Islam dan penelitian yang dilakukan BIG. “Terkait penelitian yang ada, kami (BIG) bekerja sama dengan banyak instansi, baik pemerintahan maupun swasta” jawab Beliau.

Sebagai penutup, Fahmi menjelaskan bahwa pemahaman yang baik tentang ilmu pengetahuan dapat meningkatkan ketaqwaan seseorang. “Bagi yang Muslim, tentu pedoman hidupnya adalah Al-Qur’an. Di Surah An-Naml Ayat 88, dikatakan bahwa gunung-gunung berjalan seperti awan yang bergerak di langit. Banyak yang tidak percaya, padahal sebenarnya tidak hanya gunung, pulau dan benua juga bergerak setiap tahunnya. Pergerakan benua sudah dibuktikan oleh stasiun pengamatan Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika. Lempeng di permukaan bumi bergerak bervariasi” ungkapnya. Oleh karena itu, sangatlah tepat apabila agama dan ilmu pengetahuan adalah hal yang saling berkaitan dengan erat. Keduanya akan saling menguatkan sehingga mempelajari keduanya harus dilakukan terus menerus. (MDP/LR)