Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Jaring Kontrol Geodesi

Jaring kontrol Geodesi  terdiri atas Jaring Kontrol Horisontal (JKH), Jaring Kontrol Vertikal (JKV), dan Jaring Kontrol Gayaberat (JKG).  Sebagai salah satu data spasial kerangka kontrol geodesi dan geodinamika tercantum dalam Jaringan Data Spasial Nasional. Data-data geodesi di dalamnya dimanfaatkan oleh pemerintah maupun swasta sebagai referensi untuk pekerjaan pemetaan dan survey rekayasa dan sebagai landasan pengembangan Infrastruktur Data Spasial Nasional (ISDN).

Tujuan Jaring Kontrol Horisontal dan Vertikal adalah untuk memonitoring dinamika kerak bumi.

 

Jaring Kontrol Horisontal

Pengukuran Temporer: 630 titik geodetik untuk referensi tunggal (Datum Geodesi Nasional 1995)

 

Jaring Kontrol Vertikal

Terdiri atas 7000 titik tinggi geodesi  setiap jarak 5 km

Jaring Kontrol Gaya Berat

Tujuan Jaring Kontrol Gayaberat adalah untuk Monitoring medan gayaberat – bidang acuan tinggi.

Pengukuran gaya berat dilakukan di 7000 titik tinggi geodesi, setiap jarak 5 km