Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Dokumen Standar

Standar dalam bidang informasi geografi/geomatika bertujuan untuk menyusun suatu kumpulan standar yang terstruktur mengenai informasi obyek atau fenomena yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan lokasi di bumi. Standar informasi geografi dibutuhkan untuk :

  • mendukung ketidakteriaktan terhadap vendor software tertentu;
  • mendukung interoperabilitas teknologi informasi geografi;
  • meningkatkan ketersediaan, akses, integrasi, dan penyebaran informasi geografi.

Oleh karena itu standar informasi geografi merupakan salah satu aspek untuk mendukung terbentuknya Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN).

Standar dalam bidang informasi geografi/geomatika disusun oleh Panitia Teknis 07-01 Bidang Informasi Geografi/Geomatika yang kemudian ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional untuk menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan standardisasi bidang informasi geografis / geomatika:

1. Pedoman Standardisasi

Dokumen-dokumen yang merupakan pedoman dalam menyusun SNI yang berasal dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), pedoman Panitia teknis (Pantek) bidang informasi geografis/geomatika dan juga pedoman lain yang terkait dengan penyusunan standar.

Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 01:2007 - Pengembangan Standar Nasional Indonesia

Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 02:2007 - Pengelolaan Panitia Teknis Perumusan Standar Nasional Indonesia

Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 03.1:2007 - Adopsi Standar Internasional dan Publikasi Internasional lainnya. Bagian 1 : Adopsi Standar Internasional menjadi SNI

Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 06:2007 - Tata cara penomoran Standar Nasional Indonesia dan Dokumen Teknis

Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 08:2007 - Penulisan Standar Nasional Indonesia

 

2. Standar Nasional Indonesia (SNI)

Dokumen SNI bidang informasi geografis/geomatika yang telah dihasilkan oleh Pantek 07-01.

No.

Judul SNI

Tahun

1.
SNI 19-6502.1-2000
2000
  -> Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:10.000  
     
2.
SNI 19-6502.2-2000 2000
  -> Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:25.000  
     
3. SNI 19-6502.3-2000 2000
  -> Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:50.000  
     
4. SNI 19-6502.4-2000 2000
  -> Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:250.000  
     
5.
SNI 19-6724-2002 2002
  -> Jaring Kontrol Horizontal  
     
6. SNI 19-6725-2002 2002
  -> Peta Lingkungan Bandar Udara Indonesia Skala 1:25.000  
     
7. SNI 19-6726-2002 2002
  -> Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia Skala 1:50.000  
     
8. SNI 19-6727-2002 2002
  -> Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia Skala 1:250.000  
     
9. SNI 19-6728.1-2002 2002
  -> Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 1: Sumber Daya Air Spasial  
     
10. SNI 19-6728.2-2002 2002
  -> Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 2: Sumber Daya Hutan Spasial  
     
11. SNI 19-6728.3-2002 2002
  -> Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 3: Sumber Daya Lahan Spasial  
     
12. SNI 19-6728.4-2002 2002
  -> Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 4: Sumber Daya Mineral Spasial  
     
13. SNI 19-6988-2004 2004
  -> Jaring Kontrol Vertikal dengan Metode Sipatdatar  
     
14.
SNI 19-7149-2005
2005
 
-> Jaring Kontrol Gayaberat  
     
 15. SNI 7335:2008  2008
 
-> Metadata spasial  
     
16 SNI 7336:2008 2008
-> Pertukaran Data Lintang, Bujur, dan Tinggi Lokasi Geografis
   
17. SNI 7644-2010 2010
-> SNI 7644-2010 Basis data spasial oseanografi
 
18. SNI 7645-2010 2010
-> SNI 7645-2010 Klasifikasi penutup lahan
     
19. SNI 7646-2010 2010
-> SNI 7646-2010 Survei hidrografi
  
20. SNI 7657-2010 2010
-> SNI 7657-2010 Singkatan nama kota
  
21. SNI 6502.2-2010 2010
-> SNI 6502.2-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 25.000
  
22. SNI 6502.3-2010 2010
-> SNI 6502.3-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 50.000
  
23. SNI 6502.4-2010 2010
-> SNI 6502.4-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 250.000

 

 

3. Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI)

Dokumen RSNI bidang informasi geografis/geomatika yang diusulkan dan dirumuskan oleh Pantek 07-01 melalui instansi teknis penanggung jawab untuk ditetapkan menjadi SNI oleh BSN.

No.

Judul RSNI

Tahun Penyusunan

Keterangan

1.

RSNI3 7644:2010

2010

RASNI (Rancangan Akhir Standar Nasional Indonesia
-> Basis Data Spasial Oseanografi: Suhu, Salinitas, Oksigen Terlarut, Derajat Keasaman, Turbiditas, dan Kecerahan
    

2.

RSNI3 7645:2010

2010

RASNI
-> Klasifikasi Penutup Lahan
    

3.

RSNI Basisdata sumber daya tanah

2006

4.

RSNI Survey hidrografi

2006

5. RSNI-3 Terumbu karang - hasil konsensus 2011
 
6. RSNI-3 Mangrove - hasil konsensus 2011

 

4. Norma Pedoman Prosedur Standar dan Spesifikasi

Ketentuan dalam lingkup Bakosurtanal berupa norma, pedoman, prosedur, standard dan spesifikasi bidang informasi geografis/geomatika.

Pedoman IDSN

Pedoman Kekustodianan

Pedoman Clearinghouse

5. Standar Klasifikasi Internasional / International Classification Standard (ICS)

Tujuan dari ICS adalah sebagai suatu struktur untuk katalog standar-standar internasional, regional dan nasional, serta dokumen normatif lainnya. Selain itu juga ICS merupakan dasar untuk sistem pengurutan untuk standar internasional, regional, dan nasional. ICS dapat juga digunakan untuk mengklasifikasikan standar dan dokumen-dokumen normatif dalam basis data, perpustakaan dan lain sebagainya.

• International Clasification for Standards - 2005

6. Standar Internasional (ISO) / Regional

Dokumen standar internasional (ISO) dan juga standar-standar nasional dari negara lain dalam bidang informasi geografis/geomatika:

Standar ISO:

• ISO/DIS 6709:2005, Standard representation of geographic point location by coordinates

• ISO/DIS 19104:2002, Geographic information – Terminology

• ISO/DIS 19118:2002, Geographic information – Encoding

• ISO/DIS 19128:2004, Geographic information – Web map server interface

• ISO/DIS 19133:2004, Geographic information – Location based services tracking and navigation

• ISO/DIS 19135:2004, Geographic information – Procedures for registration of items of geographic information

Standar Malaysia :

Malaysian Standard for Geographic Information/Geomatics -- Feature and Attribute Codes (MS 1759)

Standard Permanent Committee on GIS Infrastructure for Asia and the Pacific

( PCGIAP):

Guidelines For Custodianship

Dataset Fundamental Regional:

• Australia & New Zealand

• Filipina