Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pre-Launching Peta Mudik BIG 2017

Cibinong, Berita Geospasial - Mudik telah menjadi tradisi dihampir seluruh penjuru negeri ini, terutama pada hari-hari besar keagamaan khususnya pada hari raya lebaran. Momen hari raya ini dimanfaatkan masyarakat terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar, khususnya ibukota Jakarta dan sekitarnya, untuk dapat berkumpul bersama keluarga dan handai taulan di kampung halaman. Sejenak mereka merajut kembali silaturahmi karena  berbagai kesibukan yang harus dijalani.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga yang mendapat amanah sebagai penyelenggara Informasi Geospasial (IG) di Indonesia terpanggil untuk ikut berperan serta. Karena tugas dan fungsi BIG terkait peta, maka dalam momen ini, BIG turut berperan dengan menyediakan peta mudik lebaran. Peta mudik tentunya dapat dijadikan rujukan oleh masyarakat yang mau pulang ke kampung halaman untuk memilih jalur yang cepat, lancar, dan aman, serta memberikan juga informasi tambahan berupa tempat istirahat, stasiun pengisian bahan bakar, dan informasi berguna lainnya. Maka dari itu, pada Rabu 7 Juni 2017, BIG mengadakan Pre-Launching Peta Mudik 2017.

Acara yang berlangsung di Gedung Utama BIG di Cibinong ini dihadiri oleh tim dari Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Korps lalu Lintas (Korlantas) Mabes POLRI, rekan-rekan media dan tim dari BIG sendiri tentunya. Kepala BIG, Prof. Hasanudin Z. Abidin dalam sambutannya mengatakan bahwa pergerakan manusia pada saat lebaran biasanya sangat ramai. Ketika mudik, orang biasanya mencari rute yang lancar dan jalanan yang bagus.  

“Masyarakat biasanya menggunakan google map atau waze. Dikeduanya ada yang kurang, BIG bisa memberi nilai lebih, misalkan dikombinasikan dengan tempat wisata. Harapannya, sektor wisata menjadi salah satu sumber pemasukan/devisa bagi negara. Selain itu bisa ditambahkan juga tempat untuk membeli oleh-oleh dan lain-lain serta dibuat online supaya mudah diakses lewat smartphone. Peta mudik yang harus dikedepankan adalah fungsi bukan keindahan. Serta kalau bisa, tidak berhenti sampai lebaran saja, tapi bisa menjadi peta jalur perjalanan misalnya”, tuturnya.

Sebelumnya di awal acara, Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG, Mulyanto Darmawan menyampaikan bahwa BIG bekerja sama dengan Korlantas POLRI dan ITENAS akan menerbitkan peta jalur mudik versi cetak (offline) 2017. Kelebihan peta ini dibanding peta peta mudik yang lainnya adalah berbasis IG yang akurat, terbaru dan informasinya dapat dipertanggungjawabkan serta terkait posisi dan lokasi geografis objek sepanjang jalur mudik di Pulau Jawa.

“Rencananya, peta mudik ini akan disebarluaskan kepada masyarakat pada H-10 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 H baik secara langsung maupun melalui situs di BIG, ITENAS dan POLRI. Peta jalur mudik versi cetak ini dapat digunakan oleh semua kalangan, terutama pemudik dengan kendaraan pribadi. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan informasi jalur mana yang dilalui, termasuk informasi jalan tol baru yang dibuka pada saat lebaran, informasi rawan bencana, rawan kecelakaan dan fasilitas yang terdapat di sepanjang jalan yang dilalui pemudik”, ungkapnya.

Sementara itu Sumarno dari Teknik Geodesi  ITENAS dalam presentasinya mengatakan bahwa penyebab kemacetan selama mudik lebaran biasanya karena adanya pasar tumpah, antrian kendaraan di SPBU, putaran dan lain sebagainya. “Peta disusun dari berbagai sumber, terutama peta dasar dari BIG yang dikolaborasikan dengan peta rawan bencana dari BIG dan BNPB, informasi jalan tol dari Kementerian PU-PERA. Dengan validasi lapangan oleh tim dari BIG dan ITENAS.

“Untuk wilayah yang sering terjadi rawan kemacetan, dibuatkan informasi khusus yang lebih detil misalnya tol ujung Pelabuhan Merak, Pejagan-Semarang, Semarang-Bawen, Semarang-Kertosono, Suramadu-Surabaya-Sidoarjo dan jalur non tol yakni jalur alternatif Bandung-Tasik via Limbangan dan via Garut-Singaparna serta jalur Lumbir-Sumpiuh”, imbuhnya.

Kasubag Analisis Pengembangan Sistem Teknologi Korlantas Polri Ajun Komisaris Besar Ronald Rumondor dalam kesempatan pre-launching ini menuturkan, peta mudik ini sangat membantu tugas kepolisian saat melaksanakan pengamanan jalur mudik Lebaran. Korlantas POLRI mempunyai aplikasi INTAN (Inteligent Trafic Analysis). Aplikasi berbasis digital ini akan memberikan informasi secara lengkap mengenai jalur mudik yang terkoneksi dengan CCTV, pos-pos terpadu Polri, hingga rekayasa lalu lintas. Tujuannya, untuk membantu para pemudik memantau kepadatan volume kendaraan di sepanjang jalur mudik. (ATM/DA)