Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kick-off Meeting “Geospasial Untuk Sulawesi”

   

Pulau Sulawesi pada tahun 2013 ini menjadi fokus utama kegiatan-kegiatan penyelenggaraan Informasi Geospasial (IG). Sebelum tahun 2012, Informasi Geospasial Dasar (IGD) wilayah Sulawesi baru tersedia pada skala 1:250.000 untuk skala kecil dan skala 1:50.000 untuk skala menengah. Karena itu, Badan Informasi Geospasial (BIG) pada tahun 2013 ini menyelenggarakan pemetaan rupabumi pada skala 1:25.000 untuk seluruh Pulau Sulawesi serta skala 1:10.000 untuk kota-kota besar di Sulawesi. Pembangunan IG di Sulawesi merupakan jawaban atas kebutuhan bersama akan IG yang andal, terintegrasi dan mudah diakses sehingga proses pembangunan khususnya di Sulawesi menjadi semakin berkualitas.

Pada Rabu 6 Maret 2013 BIG menyelenggarakan acara Kick-off Meeting “Geospasial Untuk Sulawesi” di Kota Palu Sulawesi Tengah. Kegiatan sosialisasi sekaligus kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah ini diadakan sebagai suatu kegiatan pembinaan, penguatan kerjasama di bidang IG terkait dengan penyelenggaraan dan pemanfaatan IG Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah. Tema yang diangkat adalah “Bersama Menata Sulawesi yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Informasi Geospasial dan Infrastrukturnya”.
 
Acara Kick-off Meeting “Geospasial Untuk Sulawesi” dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat HR. Agung Laksono bersama dengan Kepala BIG Asep Karsidi dan Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola. Hadir pada acara ini Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Wakil Gubernur Gorontalo, Bupati/Walikota se-Sulawesi, Kepala Bappeda, SKPD di Sulawesi Tengah, Universitas Tadulako dan undangan lainnya mencapai lebih dari 200 orang. Para peserta antusias untuk  mengikuti acara mengingat IG yang berkualitas berperan penting dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan pembangunan di daerah. Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola dalam sambutannya mengatakan bahwa informasi geospasial mendukung kemajuan pembangunan Sulawesi Tengah. Dikatakan bahwa IG dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan serta menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dan evaluasi pembangunan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Perlu diketahui bahwa Sulawesi Tengah telah mengaplikasikan Jaring Data Spasial Daerah (JDSD) yang terkoneksi dengan Jaring Data Spasial Nasional (JDSN) di BIG.

Adanya JDSD di Sulteng banyak menunjang pengembangan perumusan dan perencanaan pembangunan secara lebih akurat. Apalagi, Sulteng masuk koridor IV program MP3EI Wilayah Sulawesi, mutlak membutuhkan IG. Ada beberapa permasalahan pelaksanaan JDSD, yaitu: a) Belum semua kabupaten/kota membangun sistem akses data spasial yang terintegrasi dengan sistem akses JDSN sehingga sulit untuk melakukan pertukaran dan penyebarluasan data spasial; b) kurang tersedianya SDM yang andal; serta c) tingginya biaya untuk pengintegrasian data. H. Longki Djanggola berharap agar BIG memfasilitasi untuk mengatasi permasalahan pelaksanaan JDSD di Sulteng. Dalam sambutannya  H. Longki Djanggola menampilkan film aplikasi JDSD di Sulteng. Terkait dengan pengembangan simpul jaringan data spasial Kepala BIG Asep Karsidi dalam sambutannya mengatakan bahwa “Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) dengan Ina-GeoPortalnya merupakan sarana berbagi pakai IG secara digital”.

UU IG mengamanatkan BIG sebagai penyelenggara IG yang andal, mudah diakses serta dapat dipertanggungjawabkan. Acara Kick-off Meeting Geospasial Untuk Sulawesi di Sulteng telah terselenggara atas kerjasama BIG dan Pemprov Sulteng.  pelaksanaan survei dan pemetaan harus dilaksanakan secara profesional dan tidak menimbulkan sengketa. Ada 2 (dua) hal penting terkait dengan peran daerah dalam penyelenggaraan IG sebagaimana diungkapkan Asep Karsidi dalam sambutannya, yaitu: hendaknya Pemda terutama Lurah dan Camat terlibat aktif pada saat BIG melaksanakan survei batas administratif dan melakukan pemberian nama tempat/toponimi sesuai dengan kriteria wilayah.

Sementara itu, Menko Kesra HR. Agung Laksono dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Kepala BIG dan seluruh staf serta semua pihak yang sudah bekerja keras dan menghasilkan karya yang sangat strategis, yakni Informasi Geospasial. HR. Agung Laksono berharap agar Kick-off Meeting Geospasial Untuk Sulawesi dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak dalam rangka mewujudkan IG dan infrastrukturnya yang andal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Peluncuran Geospasial Untuk Sulawesi ditandai  dengan pemutaran video “Geospasial Untuk Sulawesi” yang diikuti dengan pemukulan gendang oleh Kepala BIG bersama-sama dengan Menko Kesra dan Gubernur Sulteng. Pada acara ini juga dilakukan  penyerahan peta NKRI skala 1:5.000.000 edisi tahun 2012 oleh Menko Kesra HR. Agung Laksono kepada Gubernur Sulteng, dan penyerahan Citra Satelit Resolusi Tinggi Kota Palu oleh Asep Karsidi kepada Walikota Palu.

Selanjutnya, Ade Komara Mulyana dari BIG mempresentasikan pemanfaatan IG untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk menentukan jalur evakuasi bencana dengan memperhatikan tingkat kemiringan lereng dan tutupan lahan. Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulteng, Patta Tope mempresentasikan Pengelolaan Simpul Jaringan Provinsi Sulawesi Tengah. Diskusi panel Geospasial Untuk Sulawesi dilakukan setelah istirahat makan siang membahas tentang Penyelenggaraan Pemetaan Rupabumi Indonesia 2013, Pemetaan Batas Wilayah di Sulawesi, Pemetaan dan Integrasi Tematik di Sulawesi, pada sesi pertama. Sesi kedua membahas tentang PP Ketelitian Peta untuk Penyusunan Tata Ruang (PP No. 8 Tahun 2013), hasil-hasil kerjasama antara BIG dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan Ina-GeoPortal.

Oleh: Agung TM