Peluncuran kapal Survei Jenis Katamaran KM Tanjungperak BAKOSURTANAL Pantai Marina, Ancol, 25 Maret 2010
Beban pemerintah melalui BAKOSURTANAL guna penyelesaian pemetaan dasar kelautan seluruh wilayah NKRI masih sangat banyak, terutama untuk pemetaan batimetri laut dalam diwilayah nasional ( Wilayah laut dalam , wilayah ZEE, Landas kontinen dan laut pedalaman ) dan pemetaan dasar wilayah pesisir. Seperti diketahui bahwa luas laut Indonesia meliputi 6,279 juta km2 terdiri dari laut Nusantara seluas 3,9 juta km2 dan luas laut ZEE seluas 2,9 juta km2 dan panjang garis pantainya lebih dari 100.000 km lari. Betapa penting dan strategisnya data spasial kelautan untuk mendukung program pembangunan pemerintah melalui penegasan batas wilayah laut dan batas kewenangan pengelolaan sumberdaya laut didaerah , Penataan ruang wilayah pantai dan laut dan dukungan pengadaan data batimetri/hidrografi yang sesuai standar yang ditetapkan International Hydrographic Organization (IHO) dalam pengadaan peta-peta navigasi laut untuk keamanan pelayaran nasional.
Guna mempercepat dan meningkatkan kualitas pengadaan data hidrografi (terutama data batimetri ) maka BAKOSURTANAL mulai membangun kapal survey higrografi yang cocok untuk wilayah pesisir/pantai dengan kedalaman sampai 300 m. Kapal jenis katamaran dengan bahan fiberglass ini cocok untuk wilayah laut yang dekat pantai karena draf nya hanya 1 -1.5 meter saja dan ukurannya tidak besar ( panjang 22.2 meter,lebar 7.5 meter) .Kapal survey ini di pasangi/ditenagai dengan mesin 300 pk sebanyak dua buah dikiri dan kanan dari kaki katamarannya serta perlengkapan navigasi berupa peralatan GPS, radio komunikasi, radar dan peta Electronic Navigational Chart (ENC) dlsb. Rancang bangun dan Konstruksi kapal ini dikerjakan atas kerjasama BAKOSURTANAL dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Perusahaan nasional Maruline Maju Utama di Pantai Kenjeran Surabaya.
Disamping itu kapal ini dilengkapi dengan peralatan survey hidrografi /batimetri multibeam echosounder dengan kapasitas pengukuran sampai kedalaman sampai 60 meter ( Pada tahun 2010 ini direncanakan untuk meningkatkan kemampuan peralatan survei hidrografnya menjadi berkemampuan sampai kedalaman 300 meter) dan peralatan pengolah data komputer berikut system jejaring lokal dan internet. Idealnya maka 6 (enam) atau lebih kapal survey jenis ini untuk meliput seluruh wilayah pantai Indonesia yang panjangnya lebih dari 100 kilometer tersebut diatas. Mengenai penempatannya sesuai rencana Kementerian Riset dan Teknologi dalam membangun pelabuhan - pelabuhan kapal riset kelautan di Indonesia, seperti contohnya yang direncanakan di Bungus wilayah Indonesia bagian barat dan di Ambon untuk wilayah Indonesia bagian Timur.
Diharapkan dengan dioperasikannya kapal beserta peralalatannya ini untuk survei kelautan pada bulan April mendatang akan merupakan langkah awal percepatan pengumpulan data batimetri dan penyusunan peta lingkungan pantai Indonesia bisa lebih dipercepat penyelesaiannya dan sekaligus mempercepat layanan dan dukungan data untuk keperluan pembangunan kelautan seperti tersebut diatas. Lebih khusus kapal survey ini akan banyak membantu pengumpulan data hidrografi diwilayah pantai yang dangkal sedangkan untuk penumpulan data batimetri dilaut yang lebih dalam BAKOSURTANAL akan tetap memanfaatkan kapal-kapal riset/survey Baruna Jaya II, III dan VIII milik kemeterian Ristek serta kapal Geomarine III milik Kementerian ESDM yang mempunyai daya jelajah jauh lebih luas dan peralatan echosounder multibeam berkemampuan lebih tinggi.
Kontak : Ir, Agus Santoso,M.Sc.
Pusat Pemetaan Dasar Kelautan dan Kedirgantaraan-BAKOSURTANAL
Jalan Raya Jakarta – Bogor km 46 Cibinong
Telpon : 021 87901255
Faksimili 02187901255
e-mail : pdkk@bakosurtanal.go.id
e-mail santo@bakosurtanal.go.id