Peluncuran Buku Survei dan Pemetaan Nusantara, Jakarta, 20 Mei 2010
Data sejarah mencatat kegiatan survei dan pemetaan di negeri kepulauan ini dilakukan sejak delapan abad lalu. Peta paling awal justru dibuat oleh bangsa Nusantara sendiri. Menurut tulisan C.J. Zandvlit (Belanda) dalam Jurnal Holland Horizon tahun 1994, peta administratif Kerajaan Kediri pernah dibuat pada masa sebelum berdirinya Majapahit.
Dari waktu ke waktu, survei dan pemetaan mengalami kemajuan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pengembangan teknologi survei dan pemetaan di Nusantara ini, peran penting pemerintah Kolonial Belanda yang menjajah selama 3,5 abad memang tidak dapat dipungkiri.
Namun, pasca kemerdekaan bangsa Indonesia – terutama sejak dibentuknya Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) – mulai mengambil peran dalam melakukan survei dan pemetaan serta menghasilkan berbagai jenis peta dan atlas untuk beragam keperluan.
Pada ulang tahunnya ke-40 yaitu pada tanggal 17 Oktober 2009, BAKOSURTANAL melacak jejak sejarah pengembangan survei dan pemetaan di Nusantara dengan melihatnya dari berbagai aspek, mulai dari pembentukan organisasi, SDM, dan teknologi yang digunakan.
Selama empat dasawarsa terakhir kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan BAKOSURTANAL sangat ditunjang oleh pengembangan Iptek di bidang informasi geospasial yang sangat pesat, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga penyajian data spasial, baik cetak maupun digital.
Selama empat dasawarsa, sudah banyak prestasi yang dicapai BAKOSURTANAL antara lain dalam bidang informasi geospasial untuk penataan ruang, pemetaan perbatasan, kehutanan, dan pertambangan. BAKOSURTANAL berperan dalam menyediakan informasi geospasial untuk pengolahan bencana alam dan penegasan batas wilayah antar negara. Semua itu terangkum dalam buku yang berjudul Survei dan Pemetaan Nusantara.
Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional ke-102, 20 Mei 2010, BAKOSURTANAL akan meluncurkan dan membedah buku tersebut. Buku Survei dan Pemetaan akan dibedah oleh pakar sejarah dari LIPI, Asvi Warman Adam.
Dalam kesempatan ini pula akan diluncurkan Sistem Informasi Geospasial Nasional, yang merupakan integrasi sistem informasi spasial nasional dari berbagai sektor untuk meningkatkan efiensi dan efektifitas dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, diluncurkan pula Aplikasi Indonesia 30’ merupakan aplikasi yang dibangun dengan basis Web-GIS. Apliksi ini menyajikan informasi wilayah pada setiap perpotongan bujur dan lintang untuk tiap rentang 30 menit atau setengah derajat (utara - selatan, barat - timur). Publik dapat memberikan kontribusi dengan mengakses melalui www.bakosurtanal.go.id
Selanjutnya, akan diluncurkan Pameran Teknologi Geo-informasi Indonesia ke-5 (The 5th IGTE 2010) yang akan digelar di Balai Kartini pada tanggal 27-30 Juli 2010, dan Lomba Penulisan Iptek dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 15 diselenggarakan oleh Kementrian Ristek bekerjasama dengan Mapiptek dan BAKOSURTANAL .
Dengan tema: "SISTEM INOVASI NASIONAL" dengan sub tema : ”Membangun industri geoinformasi melalui inovasi dan kemudahan akses terhadap data dan informasi geospasial”
Susunan acara : download file
Informasi lebih lanjut:
Dra. Diah Kirana Kresnawati, M.Sc.
(Kepala Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi)
Telp. 021-87916647, 021-875206