Sosialisasi Sistem Informasi Kebencanaan
Indonesia memiliki banyak wilayah yang rawan bencana, baik bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh ulah manusia. Beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi ini menyadarkan kita akan pentingnya berbagai tindakan preventif guna mencegah atau meminimalisasi dampak dari suatu bencana. Kesadaran untuk membangun sebuah sistem informasi yang terintegrasi tentang kebencanaan juga semakin menguat seiring dengan semakin dirasakannya kebutuhan di lapangan dalam hal manajemen penanggulangan bencana baik untuk aktivitas pra bencana (pre-disaster), tahap tanggap darurat (early warning), maupun aktivitas pemulihan dan rehabilitasi (recovery and rehabilitation).
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa undang-undang yang mencantumkan perihal kebencanaan, seperti :
• UU No.27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
• UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
• UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
Ketiga undang-undang tersebut telah diimplementasikan dan ditindaklanjuti oleh berbagai instansi, termasuk BAKOSURTANAL, UGM, dan Pemerintah Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta. Pada April 2007, BAKOSURTANAL - UGM dan Provinsi Kabupaten Bantul DI Yogyakarta menandatangani MOU yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pihak dengan mengoptimalkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang data dan informasi lingkungan serta sumberdaya wilayah untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan faktor kebencanaan. Ruang lingkup kerjasama ini meliputi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, penerapan dan pemanfaatan teknologi survei dan pemetaan dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari MOU BAKOSURTANAL-UGM- Kabupaten Bantul Provinsi DIY dan dengan mengacu pada UU tersebut diatas, beberapa tahun kedepan, pihak BAKOSURTANAL-UGM-Provinsi DI Yogyakarta sesuai dengan kapasitasnya masing-masing akan melaksanakan kegiatan Pengembangan Georisk Management (Pengelolaan Resiko Bencana Kebumian), yang akan menitikberatkan pada penyediaan informasi spasial tepat guna untuk mendukung mitigasi bencana, dalam bentuk Sistem Informasi Kebencanaan, dimana data akan diatur secara sistematis, mampu dan dapat diaplikasikan untuk semua aspek dan fase bencana, serta dapat mendukung pengembangan wilayah yang berkelanjutan.
Sosialisasi Sistem Informasi Kebencanaan adalah kegiatan untuk mensosialisasikan hasil kegiatan yang telah dilakukan sepanjang tahun ini sekaligus sebagai wadah diseminasi mengenai sistem yang telah dikembangkan sekaligus untuk menggali masukan dari instansi-instansi terkait khususnya mengenai desain basisdata dan sistem informasi kebencanaan sehingga nantinya sistem yang telah dibangun ini dapat ditingkatkan ketergunaannya serta dapat mengakomodir kebutuhan pengguna dalam hal penanganan bencana dan mengurangi resiko bencana.
Dalam kesempatan ini pula akan diluncurkan produk Bakosurtanal yaitu Buku Terumbu Karang Indonesia yang menyajikan berbagai informasi mengenai potensi, sebaran dan penelitian tentang terumbu karang yang sudah dilakukan oleh berbagai instansi. Informasi yang disajikan secara spasial adalah sebaran dan luasan terumbu karang di perairan Indonesia.
Sistem dapat diakses di http://pssdal.bakosurtanal.go.id/georisk
Informasi lebih lanjut:
Ir. Nurwadjedi, M.Sc.
(Kepala Pusat Survei Sumberdaya Alam Laut-BAKOSURTANAL)
Telp. 021-8759481