Informasi Geospasial untuk Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Bisnis
Press Release
Informasi Geospasial untuk Pemerintahan,
Pelayanan Publik dan Bisnis
Lunch Gathering Komunitas Survei dan Pemetaan - Hotel Borobudur, Jakarta, 25 Maret 2008
Tiga Fungsi Krusial
Pendayagunaan informasi geospasial atau informasi yang bereferensi lokasi geografis memiliki implikasi yang besar dalam mendukung setidaknya tiga hal penting: administrasi publik (public administration), pelayanan publik (public services) dan peran-peran internasional yang diemban pemerintah (adherence international agreements). Dengan semakin mudahnya akses dan pertukaran terhadap informasi geospasial, maka proses-proses pengambilan keputusan institusi pemerintah akan berjalan lebih baik. Informasi geospasial di sini berfungsi memperkokoh administrasi publik pada sistem pengambilan keputusan (decision support system – DSS), contohnya dalam menetapkan tata ruang wilayah dan pada pengelolaan sumber daya alam.
Pemanfaatan informasi geospasial tidak berhenti pada pelayanan antar sektor pemerintah, tapi memiliki fungsi dalam pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Masyarakat yang memperoleh akses lebih luas terhadap informasi geospasial akan memperoleh berbagai kemudahan dalam kehidupan. Contoh-contoh praktis terkait pelayanan publik adalah pada registrasi pertanahan, kemudahan informasi tentang penanggulangan dan mitigasi bencana, hingga ke pengaturan transportasi umum.
Informasi geospasial akan lebih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari apabila telah menyentuh aspek-aspek aplikasi praktis, seperti sistem navigasi mobil, bisnis properti, bisnis perbankan, bisnis pariwisata dan lain-lain. Pada masalah aplikasi praktis ini diperlukan peran aktif pihak pengusaha bisnis survei dan pemetaan.
Sementara itu dalam tataran pergaulan internasional, pemerintah memerlukan informasi geospasial untuk turut mensukseskan berbagai perjanjian internasional seperti perlindungan lingkungan hidup (misalnya terkait komitmen terhadap penerapan Kyoto Protokol), perjanjian terkait masalah keanekaragaman hayati (bio-diversity), pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lain-lain.
Informasi Geospasial dan Teknologi Informasi-Komunikasi
Penggunaan informasi geospasial akan semakin luas seiring perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology –ICT-). Karenanya, BAKOSURTANAL akan mendorong industri survei dan pemetaan untuk lebih intensif lagi membuka aplikasi bisnis bekerja sama dengan para pelaku bisnis informasi dan komunikasi. BAKOSURTANAL juga akan terus meningkatkan kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk membangun infrastruktur serta aplikasi-aplikasi informasi berbasis informasi geospasial.
Untuk itulah penataan informasi geospasial menjadi masalah yang sangat krusial bagi pemerintah dan juga bagi masyarakat secara umum. Pemerintah, dalam hal ini BAKOSURTANAL, melalui peran regulasinya terus mengupayakan pembangunan infrastruktur data spasial nasional (IDSN) yang handal. Bersama-sama dengan lembaga pemerintah lainnya, BAKOSURTANAL terus berusaha membangun data utama geospasial. Data utama ini adalah data-data dasar yang diperlukan dalam membangun informasi geospasial, seperti titik-titik referensi, peta-peta dasar rupabumi, peta-peta tematik dasar dll.
Kemudian bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan riset, BAKOSURTANAL juga akan mendorong tersedianya SDM yang handal serta riset-riset yang bermutu dalam membangun industri informasi geospasial di atas platform infrastruktur informasi dan komunikasi.
Posisi IGTE
Indonesian Geo-information Technology Exhibition (IGTE) yang akan diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada tanggal 6-9 Agustus 2008 nanti diharapkan menjadi forum untuk mendorong industri informasi geospasial berkiprah lebih luas lagi bagi masyarakat. Selain menjadi ajang pameran produk-produk teknologi informasi geospasial, pada IGTE juga dilakukan serangkaian acara workshop, seminar dan talkshow. Diharapkan para pemangku kepentingan di dunia informasi geospasial dalam memanfaatkan secara optimal acara IGTE ini untuk saling berkomunikasi dalam membangun industri yang produktif dan maju.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Ir. Adi Djunjunan, M.Sc
0858 8058 643