7th Meeting of JWG and JBM between Indonesia and Malaysia
SEVENTH MEETING OF THE JOINT WORKING GROUP FOR
THE COMMON BORDER DATUM REFERENCE FRAME
AND JOINT BORDER MAPPING
BETWEEN
INDONESIA (KALIMANTAN TIMUR & KALIMANTAN BARAT)
AND
MALAYSIA (SABAH & SARAWAK)
JAKARTA, INDONESIA
14 - 16 DECEMBER 2010
PRESS RELEASE
Pada tanggal 14 – 16 Desember 2010, bertempat di Hotel La Grandeur, Jakarta, dilangsungkan pertemuan teknis ke 7 (tujuh) Joint Working Group (JWG) for Common Border Datum Reference Frame (CBDRF) and Joint Border Mapping (JBM) between Indonesia (Kalimantan Timur & Kalimantan Barat) and Malaysia (Sabah & Sarawak) antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.
Pertemuan dibuka oleh Deputi Survey Dasar Sumber Daya Alam (SDSDA), Dr. Priyadi Kardono. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Bakosurtanal, Ir. Tri Patmasari M.Si, dengan anggota delegasi yang terdiri dari Dittop AD, Kemhan, Kemlu, Kemdagri dan Bakosurtanal. Sementara delegasi Malaysia dipimpin oleh Dato’ Sr. Mohd Noor bin Isa, Director of Survey, Mapping Division, Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM).
Tujuan dari CBDRF project adalah untuk memperoleh koordinat titik-titik referensi bersama di sepanjang perbatasan darat Indonesia – Malaysia dengan tingkat akurasi dan integritas yang tinggi. Sedangkan tujuan dari JBM project adalah untuk menghasilkan peta topografi bersama di sepanjang perbatasan Indonesia – Malaysia untuk keperluan manajemen perbatasan.
Pertemuan teknis JWG ke tujuh ini membahas kemajuan-kemajuan yang telah di capai oleh sub-working group CBDRF dan sub-working group JBM yang telah dilaksanakan dalam periode tahun 2010 dan menentukan rencana program 2011 untuk kedua project ini. Sebelumnya dalam tahun 2010 ini telah berlangsung masing-masing 2 (dua) kali pertemuan baik untuk sub-working group CBDRF maupun untuk sub-working group JBM.
CBDRF project saat ini telah melakukan kompilasi data demarkasi dan data traverse pada beberapa sektor prioritas. Data ini kemudian digunakan untuk melakukan perhitungan preliminary adjustment untuk menentukan jarak traverse maksimum untuk adjustment di seluruh panjang perbatasan Indonesia – Malaysia.
Sementara terkait JBM project, saat ini dari 45 lembar peta Joint Border Mapping yang direncanakan, sub-working group ini telah berhasil menyelesaikan 8 lembar peta revisi (sheet nomor 1 – 8) dan akan disetujui dalam pertemuan JWG ini.
Hasil dari pertemuan JWG ke 7 ini selanjutnya akan dilaporkan ke tingkat pertemuan bilateral yang lebih tinggi, yaitu The 40th Meeting of the Joint Indonesia – Malaysia Boundary Technical Committee on the Demarcation and Survey of the International Boundary between Malaysia (Sabah & Sarawak) and Indonesia (Kalimantan Timur & Barat), yang akan diadakan di Melaka, Malaysia, pada tanggal 21 – 23 Desember 2010.
