Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Potensi Garam di Kupang : Sumberdaya yang Melimpah dan Tinggal Ambil

Kita patut bersyukur, karena sumberdaya yang ada di negara kita sungguh sangat melimpah. Tidak hanya sumberdaya alam yang ada di darat, terlebih juga sumberdaya alam yang ada di laut.  Sebagai negara kepulauan yang mempunyai panjang garis pantai sebesar 95.181 km, apa yang kita inginkan sudah tersedia dan hanya tinggal mengambil (memanfaatkan) saja di laut.

Tetapi ironisnya sampai saat ini, kita masih mengimpor garam untuk kebutuhan konsumsi  terlebih garam industri.  Program nasional swasembada garam nasional yang dimulai tahun 2009 dan Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) diharapkan mampu mempercepat tercapainya bebas impor garam pada tahun 2014. Untuk mencapai itu tentunya diperlukan dukungan informasi geospasial.

Sentra produksi garam di Provinsi NTT adalah  di Kabupaten Kupang, Ngadakeo dan Ende. Tahun 2011 melaui program PUGAR, Provinsi NTT menerima bantuan dana dari pusat / DIPA TUGAS PERBANTUAN sebesar 16 milyar yang disebar pada 9 kabupaten. Kabupaten. Kupang mendapat  1 milyar (wawancara dengan Bp Wempy, Kepala Bidang di DKP Prov NTT).  Program ini untuk mendukung industri garam yang menargetkan pada 2014 mencapai 1.200.000 ton/ tahun dan ada modal penguatan modal  (BLM Pugar). Pengusahaan garam di Kabupaten Kupang belum adanya sentuhan teknologi.

 

Unduh artikel lengkap (pdf)

 

Oleh: Irmadi Nahib, Yatin S, Yosef P,  dan  Syahrul Arief