BERITA SURTA
- Free OS map data to be available online
- Earthquakes can be predicted, says expert Ajit Patowary
- Pemerintah Menyiapkan Perppu Atasi Tumpang Tindih Lahan
Rilis Pers
- Peneliti ASEAN Memantau Laut dan Danau dari Angkasa
- Penyerahan Atlas Nasional Indonesia ke Pemerintah RI
- Memantau Dinamika Bumi Melalui Sinyal Gayaberat
- 16th ABLOS Seminar & Bussines Meeting
Indeks Bencana
Perkembangan Sistem Informasi Geografis dalam pemodelan obyek atau fenomena di bumi adalah dengan menggunakan object-oriented data model dimana obyek tersebut direpresentasikan sebagai obyek yang memiliki property, behavior dan hubungan dengan obyek lain. Beberapa keuntungan didapatkan dalam sistem ini seperti terintegrasinya data spasial dan atribut dalam satu sistem, akses dapat dilakukan secara bersamaan oleh banyak pengguna dan kecepatan dalam analisis data.
|
Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan standardisasi bidang informasi geografis / geomatika: 1. Pedoman Standardisasi Dokumen-dokumen yang merupakan pedoman dalam menyusun SNI yang berasal dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), pedoman Panitia teknis (Pantek) bidang informasi geografis/geomatika dan juga pedoman lain yang terkait dengan penyusunan standar. • Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 01-2005 • Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 02-2005 • Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 03-2005 • Pedoman Pantek Bidang Informasi Geografis/Geomatika 2. Standar Nasional Indonesia (SNI) Dokumen SNI bidang informasi geografis/geomatika yang telah dihasilkan oleh Pantek 07-01.
3. Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Dokumen RSNI bidang informasi geografis/geomatika yang diusulkan dan dirumuskan oleh Pantek 07-01 melalui instansi teknis penanggung jawab untuk ditetapkan menjadi SNI oleh BSN.
4. Norma Pedoman Prosedur Standar dan Spesifikasi Ketentuan dalam lingkup Bakosurtanal berupa norma, pedoman, prosedur, standard dan spesifikasi bidang informasi geografis/geomatika. 5. Standar Klasifikasi Internasional / International Classification Standard (ICS) Tujuan dari ICS adalah sebagai suatu struktur untuk katalog standar-standar internasional, regional dan nasional, serta dokumen normatif lainnya. Selain itu juga ICS merupakan dasar untuk sistem pengurutan untuk standar internasional, regional, dan nasional. ICS dapat juga digunakan untuk mengklasifikasikan standar dan dokumen-dokumen normatif dalam basis data, perpustakaan dan lain sebagainya. 6. Standar Internasional (ISO) / Regional Dokumen standar internasional (ISO) dan juga standar-standar nasional dari negara lain dalam bidang informasi geografis/geomatika: Standar ISO: • ISO/DIS 6709:2005, Standard representation of geographic point location by coordinates • ISO/DIS 19104:2002, Geographic information – Terminology • ISO/DIS 19118:2002, Geographic information – Encoding • ISO/DIS 19128:2004, Geographic information – Web map server interface • ISO/DIS 19133:2004, Geographic information – Location based services tracking and navigation Standar Malaysia : Malaysian Standard for Geographic Information/Geomatics -- Feature and Attribute Codes (MS 1759) Standar Permanent Committee on GIS Infrastructure for Asia and the Pacific ( PCGIAP): Dataset Fundamental Regional: • Filipina |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||













